Perkembangan Teknologi Jaringan Wireles mulai 1G hingga 5G

Kemajuan dan perkembangan teknologi jaringan wireles tentunya melewati berbagai macam masa, mulai dari 1G hingga sekarang 5G.

Perkembangan revolusi digital semakin membuat manusia itu berkembang dan makin akrab dengan teknologi terbaru, berikut ini adalah penjelasannya.

Perkembangan Teknologi Ponsel

Perkembangan teknologi jaringan wireles

Perkembangan teknologi jaringan wireless hingga saat ini dibagi menjadi tiga generasi, yaitu generasi pertama (1G), generasi kedua (2G), generasi ketiga (3G), generasi keempat (4G).

Baca juga : Top 3 Fasilitas Google untuk Dunia Pendidikan

Saat ini sudah dirilis generasi kelima biasa disebut dengan (5G), jaringan ini merupakan puncak kemajuan teknologi jaringan ponsel.

Generasi Pertama (G)

Perkembangan Teknologi Jaringan Wireles

Perkembangan Teknologi Jaringan Wireles adalah munculnya generasi pertama dimulai pada ahir tahun 1970-an di Amerika serikat (di Eropa pada awal tahun 1080-an).

Perkembangan Teknologi Jaringan Wireles yang digunakan pada saat itu adalah Advanced Mobile Phone Service (AMPS) dan di-launching pertama kali di New Jersey dan Cicago pada tahun 1978.

Dalam Perkembangan Teknologi Jaringan Wireles perangkat AMPS merupakan sistem telepon wireless analog yang dinilai cukup sukses di Amerika.

AMPS berhasil memberikan pelayanan telepon bergerak yang dapat menjangkau sebagian besar daratan Amerika Serikat.

Namun, pada Perkembangan Teknologi Jaringan Wireles perangkat AMPS ini memiliki banyak kelemahan, antara lain:

  1. Mobilitas pengguna sangat terbatas karena kemampuan penerimaan masih tergantung wilayah yang tidak begitu luas.Sehingga inilah yang menyebabkan pembicaraan akan terputus apabila pengguna berada di luar jangkauan.
  2. efisiensi yang sangat kecil karena keterbatasan kapasitas spektrum yang menyebabkan sedikit pengguna yang dapat
    berbicara dalam waktu yang bersamaan.
  3. Sistem ini tidak dapat dioptimasi lebih lanjut karena keterbatasan kemampuan kompresi dan coding data.
  4. sistem ini harus mempergunakan perangkat dan peralatan yang berat dan tidak praktis serta masih sangat mahal untuk ukuran waktu itu.

Generasi kedua (2G)

Awal kemunculan Generasi kedua (2G) pada teknologi jaringan telepon wireless dipelopori oleh Eropa. Mereka menciptakan standar bersama dalam satu sistem jaringan yang berlaku diseluruh kawasan Eropa.

Sistem baru harus mampu mengantisipasi mobilitas pengguna, melayani lebih banyak pengguna, serta dapat mengkover penambahan pengguna baru.

Nantinya pengguna baru akan otomatis jaringan baru tersebut tidak dapat menggunakan ponsel sistem analog (AMPS).

Sehingga perlu merombak serta menggantinya dengan sistem digital yang diberi nama Global Standard for Mobile Communications (GSM).

Operator selular (2G) dapat memberikan layanan komunikasi data dengan kecepatan lebih tinggi dibanding GPRS (General Packet Radio Service).

Perkembangan teknologi jaringan wireles generasi kedua atau GPRS hanya mampu melakukan pengiriman data dengan kecepatan sekitar 25 Kbps.

Bila dibandingkan platform lain, kemampuan 2G mencapai 3-4 kali kecepatan akses jalur kabel telepon (biasanya sekitar 30-40 kbps).

Ini menunjukkan kecepatanya sudah hampir 2 kali lipat kecepatan CDMA 2000 1X yang hanya sekitar 70-80 kbps.

Generasi Ketiga (3G)

Konsep perkembangan teknologi komunikasi tanpa kabel masa mendatang tidak lagi bertumpu pada komunikasi suara.

Tetapi mengubah kebiasaan lama, yaitu lebih mengandalkan pada pertukaran data jarak jauh dengan kecepatan tinggi.

Sistem komunikasi bergerak generasi ke tiga (3G) ini lebih mengeksploitasi kemampuan multimedia.

Termasuk kemampuan pengiriman foto digital, akses video digital, penjelajahan internet tanpa kabel non wireles.

Baca juga : Top 6 Handhone Merek China yang Besar di Indonesia

Perkembangan teknologi jaringan wireles high speed data service seperti 3G ini sangat menguntungkan baik untuk dunia bisnis pemerintahan maupun perorangan.

Karena semakin baru teknologi wirelesnya maka data yang dikirimkan akan menjadi lebih singkat, karena kecepatannya maksimal.

Jenis data yang dapat dikirimkan dengan koneksi gnenerasi ketiga (3G) ini menjadi lebih beragam.

Tidak hanya huruf dan angka yang dapat dikirimkan, tetapi juga gambar diam, gambar bergerak, dan suara.

Namun, membutuhkan investasi yang tidak sedikit untuk membagun jaringan 3G ini di berbagai tempat.

Juga masih perlu diperhatikan aspek keamanan dan aspek etika di dalam penggunaan teknologi yang baru.

Generasi keempat (4G)

Fourth-generation technology. Istilah pada umumnya digunakan mengacu kepada standar generasi keempat dari teknologi telepon seluler.

Generasi keempat (4G) merupakan pengembangan dari perkembangan teknologi jaringan wireles 3G dan 2G.

Sistem 4G menyediakan jaringan pita lebar ultra untuk berbagai perlengkapan elektronik, contohnya telepon pintar dan laptop menggunakan modem USB.

Perkembangan teknologi generasi keempat atau LTE menawarkan kecepatan down link hingga 300 Mbps dan Uplink 75 Mbps.

Teknologi wireles ini menggunakan Orthogonal Frequency Division Mutiplexing (OFDM) yang mentransmisikan data melaului banyak operator spektrum radio.

Dengan besaran masing-masing sebesar 180 kHz mendukung gelombang frekuensi yang saat ini digunakan oleh sistem IMT dan ITU-R.

Untuk di perkotaan, frekuensi band yang lebih tinggi dan digunakan untuk mendukung kecepatan tinggi mobile broadband.

Mendukung MBSFN (Multicast Broadcast Single Frequency Network) dan Peningkatan dukungan mobilitas tinggi.

Namun, biaya untuk infrastruktur jaringan baru realtif mahal jaringan harus diperbaharui maka peralatan baru harus diinstal.

Jaringan LTE ini menggunakan MIMO (Multiple Input Multiple Output), tentunya memerlukan antena tambahan pada pancaran pangakalan jaringan untuk transmisi data.

Sebagai akibat jika terjadi pembaharuan jaringan maka pengguna perlu membeli mobile device baru agar dapat menikmati jaringan yang super cepat ini.

Baca Juga : Urutan Chipset Terbaik yang pernah dibuat Perusahaan Teknologi

Generasi Kelima (5G)

Perkembangan Teknologi Jaringan Wireles

Baru-baru ini dikabarkan bahwa Pemerintah Korea Selatan mengumumkan tengah mengembangkan teknologi jaringan generasi kelima.

Atau yang lebih dikenal dengan Jaringan Internet (5G). Teknologi Jaringan Wireles 5G ini di kembangkan berdasarkan kebutuhan masyarakat Korea Selatan.

Mereka yang ingin mengakses internet ketika mereka berada didalam sebuah kendaraan super cepat, seperti kereta api cepat.

Korea Selatan memang sudah dikenal sebagai salah satu negara dengan kecepatan internet super cepat.

Jika nantinya Teknologi Jaringan Wireles 5G berhasil diterapkan secara umum, maka diharapkan dapat membantu laju ekonomi Korsel nantinya.

Baca juga : Top 6 Alat Kedokteran yang Canggih dan Terbaik di Indonesia 

Proyek pengembangan teknologi jaringan wireles 5G diharapkan menyumbang 331 triliun won pada ekonomi Korsel di tahun 2020 sampai 2026.

Demikianlah informasi tentang perkembangan teknologi jaringan wireles yang dapat kamu ketahui.

Jangan lupa untuk share ya, karena makin banyak ilmu yang kamu bagi maka makin banyak pula ilmu yang kamu buka. Terimakasih

Contact Us